Minggu, 26 April 2009

kabar dari phenilpropanolamin (PPA)

Beberapa hari yang lalu aku dapat sms dari temanku, yang jelas sms itu bukan informasi yang dia rangkum sendiri, tapi merupakan bentuk 'forward' kukira dari orang2 lain. karena jelas dikatakan dengan amat rinci keterangan dari FDA (semacam badan POM nya di Amerika). Mungkin karena dia belum mengerti banyak, makanya dia tanya ke aku.

Rinci sms nya se aku gak ingat soalnya udah tak hapus, tp inti dari informasi tersebut menyebutkan bahwa FDA telah menarik obat berbahan fenilpropanilamin karena telah terbukti menyebabkan pendarahan di otak.

Disebutkan juga agar orang2 berhati2 untuk menggunakan obat yang mengandung fenilpropanolamin, dimana zat ini terkandung umumnya pada obat2 untuk influenza (misal nya decolgen). Jelas juga pada sms itu menyebutkan beberapa merk obat yang mengandung PPA yang beredar di Indonesia. Ehm kok aneh yaa, padahal iklan2 di Indonesia makin gencar tuh untuk mempromosikan obat flu, tapi selama ini aman2 aja.

Karena aku sendiri minim informasi tentang isu ini, akhirnya kujawab aja pertanyaan dia tentang kebenaran berita itu yaa sesuai dengan ilmu yang aku tau aja. Bahwa Pertama, penelitian itu dilakukan di Amerika, dimana banyak hal yang tidak bisa membuat kita menyamaratakan kondisi dan menerima hasil penelitian itu disini. Kedua, selama ini penggunaan PPA cukup aman, selama dalam dosis yang dianjurkan. Tapi memang penggunaan zat ini perlu diperhatikan untuk penderita hipertensi, karena akan menjadi faktor resiko dimana akan meningkatkan tekanan darah. Sehingga jika kabar menyebabkan pendarahan di otak, itu lebih merupakan faktor resiko pada penderita hipertensi. Dan selama ini di setiap label obat flu selalu diberikan keterangan untuk dikontraindikasikan pada penderita hipertensi. Jadi intinya aku masih meragukan informasi dari sms pernyataan FDA itu.

Sampai disitu, aku jadi semakin penasaran tentang kebenararan berita PPA. Karena yang mungkin 'bertanggung jawab' atas informasi obat adalah Badan POM, akhirnya browsing info di pom.go.id. Dan akhirnya dapetlah info itu. Dari keterangan Pers Badan POM (lebih jelas nya liat sndiri di websitenya BPOM yaa) menyatakan bahwa :

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT INFORMASI OBAT FLU DAN BATUK YANG MENGANDUNG PHENYLPROPANOLAMINE (PPA)
NOMOR: KH.00.01.1.3.1751
TANGGAL 21 APRIL 2009

Mengulang Keterangan Pers Nomor KH.00.01.1.3.1673 tanggal 16 April 2009 tentang Penjelasan Terkait Informasi Obat Flu dan Batuk yang Mengandung Phenylpropanolamine (PPA), Badan POM memandang perlu menjelaskan kembali kepada masyarakat hal-hal sebagai berikut:

  1. Tidak benar pada tanggal 1 Maret 2009 US-FDA mengeluarkan pengumuman tentang obat flu dan batuk yang mengandung PPA seperti diberitakan melalui sms dan email.
  2. Saat ini tidak ada informasi baru terkait keamanan PPA. Pada bulan November 2000 US-FDA menarik obat yang mengandung PPA karena diduga ada hubungan antara perdarahan otak dengan penggunaan PPA dosis besar sebagai obat pelangsing.
  3. Di Indonesia PPA hanya disetujui sebagai obat untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat dalam obat flu dan batuk dan tidak pernah disetujui sebagai obat pelangsing.
  4. Obat flu dan batuk yang mengandung PPA dan telah mendapat izin edar aman dikonsumsi sesuai aturan pakai yang telah ditetapkan.
Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.

Bener juga kan, PPA di Amerika dibuat obat pelangsing se, mungkin itu dosisnya lebih dari PPA yang digunakan untuk decongestan pada obat flu. Makanya resiko pendarahan otak mungkin lebih besar. Dan semoga disini gak ikut2an ngurusin badan pakai PPA hehe. Lagian, jangan harap dapetin PPA dengan bentuk tunggal, karena kebanyakan dia dikombinasi dengan zat lain dalam satu bentuk sediaan obat. Pokoknya minimally, stay away from drug guys.

Jumat, 24 April 2009

That's all ; Cukuplah Gusti bagiku

Hari jumat memang indah. mungkin itu sebabnya Tuhan mengagungkan hari ini. Pagi masih sempet berenang, dan dengan santainya berenang tanpa pernah nyadari kalo aku tuh dah bbrp taun ini gak berenang. hehehe walhasil sakit lah semua otot2ku.

Ehm.. God so nice this morning. Rasanya begitu indahnya aku bisa membuat mataku memerah lagi karena air dari kolam renang (krn emang gak pake kacamata renang), dan sempet bersin2 hidung meler abis berenang...gak tau tapi itu semua rasanya begitu indah.

I feel like a butterfly while i swiming. tapi lama2 alergi ini jadi mengganggu banget. awalnya aku 'say no to drug' tp akhirnya minum juga tuh obat. Aku kira anugrah Tuhan sudah sampai disitu, tapi bertubi-tubi datangnya setelah itu. mungkin bagi orang lain serasa biasa saja, namun bagiku 'wow that's amazing'.

ternyata dibalik insomnia yang menyebalkan, Tuhan juga tidak tidur. tentu saja. untuk menjaga keluargaku. Setelah bangkit dari ranjang, kunyalakan tivi dan laptopku dan 'internet mode on'. aku baru ingat hari sebelumnya di KICK ANDY salah satu tamunya adalah Pepeng. salah satu orang yang mungkin bisa jadi inspirasi dalam hidupku. Untung aku ingat.

dan ternyata sekali lagi Tuhan blm tidur, aku tak terlewatkan sesi wawancara dengan Pepeng, walaupun acara itu sebenernya sdh beberapa saat dimulai. Thank's God. dan melihat cuplikan dia 'Pepeng' untung TIDAK TAKUT, TIDAK SEDIH, dan TIDAK MARAH, Dan betapa istri dan keluarganya merupakan 'Guardian' yang tangguh, Subhanallah indah nian. Awalnya aku 'sedikit' menitihkan air mata. tapi mendengar Pepeng yang dengan lantang dia berjuang, hanguslah sudah air mata itu. Cukup tersenyumlah untuk jiwa2 yang diridhoi oleh Gusti Allah.

'Saya tidak akan sedih, tapi saya terpukul'. Pernyataan yang cukup manusiawi, lebih khususnya seorang pahlawan yang menampilkan sifat manusiawinya. Multiple sclerosis bagi Pepeng, dan unconfiddent bagi Yesi. Dua penyakit dengan dua personality yang berbeda.

Ribuan hal yang bisa dicuri dari mereka2 seorang 'survivor', it's not easy to be me. tiap pribadi mengisahkan keindahan dan kekisutan kehidupan sendiri2, dan semua itu indah. ketika kita bertanya "God why me", dan Gusti pun menjawab "Why not". Aku ingin sekali berlari (terburu2 mode on) untuk menangis dihadapan Gusti, menangis merendah, menangis membangga, tanpa menangis menyedih. dan Kuatlah jiwa2 anugrah Gusti.

I cant stand to fly
Im not that naive
Im just out to find
The better part of me

Im more than a bird...Im more than a plane
More than some pretty face beside a train
Its not easy to be me

Wish that I could cry
Fall upon my knees
Find a way to lie
About a home Ill never see

It may sound absurd...but dont be naive
Even heroes have the right to bleed
I may be disturbed...but wont you concede
Even heroes have the right to dream
Its not easy to be me

Up, up and away...away from me
Its all right...you can all sleep sound tonight
Im not crazy...or anything...

I cant stand to fly
Im not that naive
Men werent meant to ride
With clouds between their knees

Im only a man in a silly red sheet
Digging for kryptonite on this one way street
Only a man in a funny red sheet
Looking for special things inside of me
Inside of me
Inside me
inside me
Inside of me

Im only a man
In a funny red sheet
Im only a man
Looking for a dream

Im only a man
In a funny red sheet
And its not easy

Kamis, 26 Maret 2009

Zat Aktif dalam Opium

Mungkin beberapa orang blm tau kalo opium itu sebenernya bukan zat aktif. Opium bukan merupakan bahan kimia tunggal. Bahan kimianya hampir mirip kayak salad gitu, banyak yang terkandung di dalamnya, mulai dari gula, protein, asam, air, dan bermacam-macam alkaloid. Orang yang kesehariannya nanam opium (ada gak ya di Indonesia) untuk nilai narkotiknya, pada umumnya tertarik pada senyawa alkaloidnya.

Alkaloid merupakan senyawa organik dengan ciri ada atom nitrogen dan beberapa senyawa lain yang ditemukan di tanaman (ehm gak jarang juga ditemukan di hewan). Cirinya rasanya yg pahit, dan ada beberapa ciri khas dengan sifat yang beracun, stimulan, dan efek analgesik (antinyeri). Ada bermacam-macam alkaloid, 30% diantaranya ditemukan pada tanaman. Dan Morphin merupakan alkaloid yang ditemukan di opium, dan beberapa alkaloid lain seperti Codein (buat obat batuk), Papaverin (mengatasi spasme visceral), Nicotine (stimulant), Atropin (antikolinergik), Cocain (stimulant), dan Mescaline (psychedelic psychotherapy). Kalo konsentrasi Morphin sendiri pada opium se bisa bervariasi tergantung kondisi tanamannya, dan biasanya berkisar 3 ampe 20 %. eh gitu aja ya ..masih gathering info lain dari ebook kesayanganku heheheee

Rabu, 25 Maret 2009

Ketika kita tidak merasakan sakit pada saat mestinya rasakan sakit

Ne posting setengah sadar hehee... habis sembuh dari rasa malas dan rasa kantuk berkepanjangan (bilang aja habis hibernasi). Sebenernya aku bingung nulis judulnya gimana. Yang jelas pada intinya ada saat dimana kita mestinya merasakan rasa sakit (yang pada umumnya pasti merasakan rasa sakit pada keadaan itu) tapi tidak merasakan sakit (=nyeri). Ini Cuma secuplik aja se dari ebook yang tak donlut beberapa hari yg lalu.

Nyeri memang menyerang dengan berbagai cara. Mulai dari penyakit yang sedang dari nyeri (gak enak di badan) pada saat kita terserang flu, nyeri kena benturan, nyeri persendian, ampe nyeri krn luka trauma. Beberapa orang menderita dan merasakan nyeri setelah mengalami trauma akibat luka tapi sebelum fase kejadian itu terjadi, pada suatu saat mereka tidak merasakan sakit sama sekali. Ne contohnya, pada 30 Maret 1981, Jonh Hinckley Jr melakukan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Ronal Reagen dengan senjata api. Ketika senjata itu ditembakkan, asistennya pak pres ne (eh ajudan pa asisten ya istilahnya.. lha ne pake boso ingglis se buku asline), yang jelas si ajudannya berusaha melindungi dia dengan mendorong pak pres ke arah limosinnya. Tak satupun orang, sekalipun Ronal Reagan, mengetahui bahwa dia telah tertembak di dadanya dengan peluru 9 mm (coba deh liat2 youtube beg e pngn tau kronologinya). Beberapa saat kemudian beliaunya tersungkur di dekat jendela mobil dengan darah keluar dari dadanya (tersungkurnya juga karena didorong pengawalnya ato ajudannya untuk melindunginya). Baru kemudian dia merasakan sakit yang luar biasa. Sebelum fase itu nyeri itu memang tidak terasa. Ehm tambahan dikit baca dari website nya pak Ronald kalo dia malah sempet bilang ke ajudannya yang notabene waktu itu melindungi dia (nindihin pak Ronald) kalo biar bangkit dari ‘nindihin’ badannya. Hehee sedikit membayangkan ne apa kata beliau saat itu, mungkin bilang gini ‘Woi rek, ngaliho. Awakku mbok tindihi, rumangsane awakmu entheng ta?’. Walah kok jadi jauh banget gini. Tapi yang jelas pak Ronald baru merasakan nyeri itu saat beliau mulai bangkit dan menyadari rasa sesak dan nyeri di dadanya.

Beberapa contoh lain pada tahun 1984, Rick Allen si drumer dari Def Lepard (yang tau acungin jempolll hehheee). Yup, seorang drumer bertangan satu. Ceritanya ne berawal dari kecelakaan yang dialaminya pada saat berkendara dengan Corvette nya (eh ne merk mobil yaa). Yang jelas kejadian itu membuatnya terlempar dari mobilnya. Setelah dia bangkit dari jatuhnya, dan menyadari tangan kirinya ada yang robek. Pada saat itu dia tidak merasakan nyeri sedikitpun. (hehe tapi entah kemudian)

Pernahkah kamu merasakan seperti itu

Atau coba pikirkan ini.. bagaimana bisa kita bisa merasakan sakit langsung saat tangan kita terjepit pintu, tapi ‘feel nothing’ saat tertembak dada kita atau bagian dari tubuh kita yang terluka. Ehm gimana untuk lebih jelasnya kita tanya Ronald Reagan heheee. Ato siapa yang mau nyoba? (duh semoga nggak ya prend)
Tapi yesi pernah merasakannya. Ehm saat jatuh tersungkur dari speda montor (sedikit menyingkap masa lalu), beberapa saat sebelum aku berusaha berdiri karena celana jean ku tersangkut, saat mulai beranjak buat minggirin montorku baru deh kerasa kalo lututku terluka.

Yang jelas, yesi, dokter, ataupun peneliti lain blm yakin. Karena kebanyakan laporan dari ini semua merupakan anekdot (lahhh dah capek2 baca kok malah anekdot) dan tak ada cara untuk meneliti seperti percobaan secara laboratory (siapa yang mau jadi kelinci percobaannya?).

Tapi ahli neurologi meyakini bahwa kemampuan otak untuk merasakan nyeri dapat mati (sejenak?) pada saat terjadi keadaan darurat atau shock yang bersifat ekstrim (seperti contoh tadi). Ada kemungkinan hal ini memberikan manfaat agar seseorang bisa menghindar atau berusaha menghadapi situasi tersebut (dengan keadaan yang masih siap atau ‘baik-baik’ saja) tanpa rasa sakit.

Pernah merasakan hal itu?

Minggu, 22 Maret 2009

so empty brain

Ternyata seminggu gak tersentuh dunia maya, serasa dah lama bianget berada dalam gua. But finally, this Monday (yg banyak dibenci—di pesbuk kok banyak yg ngeluh soal senin se).. i’m realy on ah. Dipaksa on, palagi hari ne mulai masuk sif sore. Dan ternyata semakin lama jauh dari internet, semakin gak ada ide buat ngeblog. Fiuhhhh. That’s all.. sorry

Selasa, 10 Maret 2009

speak good, or be silent


ne akibatnya kalo luntang lantung gak ada kerjaan...wee tiba2 inget deh kalo dulu pngn cari2 artikelnya gede prama. dari sekian banyak tulisannya, ne judul kayaknya keren juga. palagi neh kondisi sekarang banyak orang yang ngomong gak pake mkir. tak ada yang baik keluar dari mulut seseorang. (feel so sad). kenapa kita gak blajar lagi mulai dari awal, krn seakan2 kita sdh merasa kalo kita sudah benar dlm kehidupan ini. lets empatize, and disciplin with our speak. mari kita sama2 didik mulut dan pikiran (yg nulis juga ikut2an, eh yang baca juga) dan membelokkan setiap energi negatif ke tempat2 yang lebih produktif. Ya iyalah ne pelajaran agak susah, mana ada se yg gak susah di dunia ini kecuali bagaimana cara kita agar membuatnya bisa 'terasa' mudah. Hanya perlu inget ne kalimat sederhana : BICARALAH DENGAN BAIK, ATAU DIAM SEKALIAN. dan atas rahmat Tuhan lukisan kehidupan kita mungkin akan menjadi lebih cantik dan menarik, dan orang lainpun akan menikmati lukisan kita. ehm sekalian gabungin aja ya pesen dari Mario Teguh kalo jalan kebenaran adalah jalan Tuhan, maka marilah kita bersama-sama berjalan pada jalan kebenaran agar kita senantiasa berjalan bersama Tuhan. Jika memang kita berpikiran baik dan apalagi berbicara dengan baik... apa lagi yang dunia katakan selain 'wow you're amazing'. so lets speak good, or be silent

Senin, 09 Maret 2009

Obat untuk influenza. Perlukah?

Bekerja di bidang asuransi (yang notabene bukan sepenuhnya bidangku) membuatku menjadi mengerti pola suatu golongan masyarakat dalam menyingkapi kesehatan mereka. Sebagian mereka (yang menjadi tanggungan dari asuransi) mungkin merasa tidak ada masalah jika kita sakit, karena memang perusahaan mereka akan menanggung segala biaya kesehatan mereka. Dan itu wajar. Dalam hal ini aku hanya ingin menyingkapi paradigma yang sekarang ada di masyarakat. Paradigma sehat (dalam lingkup asuransi) mungkin sebagian akan lebih mengarah ke dokter untuk mengobati penyakitnya daripada menjaga kesehatannya. Tidak mudah memang mengubah kebiasaan sebagian masyarakat yang masih awam bahwa obat sebenarnya juga bukan barang yang ramah. Bagiku, seminimal mungkin kita mengkonsumsi obat (kalo gak kepepet harus bener2 minum obat lho). Sebagai contoh yang kulihat di lapangan adalah penyakit yang umum misalnya influenza. Banyak sekali memang klaim dari pasien asuransi yang kupegang dengan diagnosa URI (upper respiratory infection)yaitu infeksi saluran nafas atas ato biasa disebut ISPA. Sebagian besar obat yang diberikan pasti diantaranya terdapat antibiotika (antibakteri), selain ada obat lain untuk mengurangi gejala influenza. Memang itu wajar dan itu bukan suatu kesalahan karena merupakan hak pasien kepada dokter untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, dan hak dokter memberikan obat yang sesuai. Hanya disini aku cuma menilai dari kebiasaan masyarakat saat ini dalam menggunakan antibiotika. Saat ini antibiotika bagaikan vitamin, yang tiap kita sakit (apalagi influenza) pasti akan memerlukan antibiotika. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Pada dasarnya influenza ini merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Biang keladinya adalah virus RNA yang berasal dari keluarga Orthomyxoviridae (virus influenza). Ingat, bahwa penyebabnya adalah virus. Dan sebagian besar antibiotika adalah antibakteri yaitu bekerja melawan bakteri, yang secara morfologi dan sifat berbeda dengan virus. Na masalahnya memang kalo influenza diberi anti virus (ato yang lebih dikenal dengan antiviral) memang jatuhnya akan mahal banget. Dari segi benefit and risk obat anti viral memang sangat tidak ekonomis apalagi untuk penyakit yg ringan seperti influenza. Maka sebagian besar memang ‘ditembak’ aja dengan antibiotika. Ehm ada se penyakit lain dari infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Tapi karena gejalanya hampir sama dengan influenza, maka memang tidak bisa dibedakan secara pasti. Yang jelas kita tidak tau mikroba apa yang menyebabkan infeksi pada tubuh kita sebelum ada pengujian dari isolasi darah kita dan adanya identifikasi dari mikroba yang ada. Na hal itu juga memang tidak murah. Jadi pemberian antibiotika memang jadi pro dan kontra. Dan dokter lah yang lebih mengetahui kondisi tubuh pasien terhadap penyakit, apakah perlu antibiotik, anti viral, atau tidak sama sekali membutuhkan obat tersebut. Na, dari penjelasan itu (ehm lebih ke arah opini se berdasarkan keilmuanku) terkadang kita tidak perlu obat untuk mengatasi flu, apalagi antibiotik. Karena pada dasarnya penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, jadi yang kita tekankan yaa kita tingkatkan dulu sistem kekebalan tubuh. Penyebab utama kita terserang infeksi karena sistem kekebalan tubuh kita yang menurun sehingga tidak sanggup menanggulangi infeksi dari bakteri atau virus. Istirahat dan makan teratur, kalo perlu minum susu (hehe bagi yang gak biasa, ya dibiasakan tuh). Tapi kalo memang gejala dari influenza memang tetap mengganggu, obat untuk influenza mungkin bisa diperlukan. Pada umumnya obat antiinfluenza mengandung bahan yang digunakan untuk mengatasi gejala hidung tersumbat, pusing, hipersekresi mukosa hidung (alias hidung meler) dan demam. Tapi perlu diingat gejala itu merupakan reaksi tubuh kita karena adanya infeksi, bukan sumber penyakit. Dan memang obat antiinfluenza meredakan gejala, dan bukan mengobati penyebab utamanya. So, be alert. Jika kita bisa menjaga kesehatan lebih baik, tak perlu lagi obat. Tapi tetaplah jika memang kita ragu, ada dokter dan apoteker yang siap membantu.